Sitemap
Home |
POS Hardware |
Blog |
Testimoni |
Client Review
| Links |
Articles
Apakah Software
Restoran Itu?

Software restoran
seringkali disebut juga
sebagai Point Of Sales
(POS) restoran. Point Of
Sales, secara
sederhananya, dapat
diartikan sebagai
software yang mencatat
transaksi penjualan.
Sebelum sistem POS
dikembangkan,
orang-orang banyak yang
menggunakan cash
register, atau bahkan
manual, dalam
menjalankan usaha
ritelnya.
Tetapi fungsi-fungsi
dari cash register ini
sendiri sudah tidak
memadai lagi. Sehingga
dikembangkanlah POS.
Seiring berkembangnya
jaman, POS juga mulai
digunakan di bisnis
restoran, sehingga
muncullah sebutan
"Restaurant Point Of
Sales". Di Indonesia
sendiri, software ini
juga sering disebut
(mungkin biar terdengar
lebih simpel) software
restoran. Untuk lebih
detailnya mengenai
sejarah perkembangan
Point Of Sales, dapat
Anda lihat di
wikipedia.
Jadi, secara esensi,
software restoran adalah
software yang membantu
Anda mencatat transaksi
penjualan secara
otomatis dari menu-menu
yang Anda jual di
restoran Anda. Selain
fungsi utama tersebut,
software ini juga
memiliki fungsi-fungsi
yang dapat membuat
operasional restoran
menjadi lebih cepat,
lebih teratur, dan
mengurangi human-errors.
Contohnya adalah
menu yang dicetak
otomatis di dapur atau
di bar,
pemotongan stok secara
otomatis, setting promo
secara otomatis, split
bill, joint table, dan
fungsi-fungsi lainnya.
Baca selengkapnnya di
blog kami
disini.
Perlukah Menggunakan
Software Restoran?
Kalau kita perhatikan,
sampai saat ini masih
ada saja
restoran-restoran yang
menjalankan
operasionalnya secara
manual. Sebenarnya,
sejauh manakah kita
perlu menggunakan sebuah
sistem komputer untuk
mengatur operasional
sebuah restoran?
Untuk menjawab hal
tersebut, ada beberapa
hal yang perlu dijadikan
pertimbangan:
1. Luas restoran.
Kalau hanya menjalankan
sebuah rumah makan
kecil, tentunya tidak
perlu menggunakan
software restoran.
Kalaupun mau, cukup
dengan cash register
biasa saja. Tetapi,
kalau restoran tersebut
cukup luas, sekitar
lebih dari 20 meja, atau
memiliki lebih dari 2
lantai, maka menggunakan
software restoran
kiranya menjadi penting.
Bayangkan, jika tidak
menggunakan sistem POS,
waitress akan berlari
kesana-kemari untuk
melayani tamu, mengantar
order form ke dapur
(bayangkan jika dapur
letaknya sangat jauh,
atau di lantai atas),
mengantarkan bill ke
tamu, dan sebagainya.
Selain itu, biasanya POS
restoran terdapat layout
restoran di layar
monitor, sehingga hal
ini akan memudahkan
manager atau supervisor
mengetahui meja yang
kosong dan terisi
(restaurant monitoring).
Hal ini tentunya sangat
memudahkan memberikan
pilihan meja yang kosong
kepada tamu.
2. Restaurant traffic.
Kalau restoran Anda
memiliki trafik
pengunjung yang tinggi
dan selalu padat, bisa
dipastikan operasional
dituntut menjadi serba
cepat. Biasanya, kalau
sudah begitu, akan
terjadi banyak
human-errors. Entah itu
salah hitung bill, salah
masak menu, salah kirim
menu, salah cetak bill,
dll. Jika sudah
demikian, maka tamu akan
menganggap layanan dari
restoran tersebut tidak
profesional dan tidak
becus.
Oleh karena itu perlu
digunakan point of sales
untuk restoran dengan
trafik tamu yang tinggi.
Hal ini untuk mengurangi
human-errors, tanpa
mengurangi efektifitas
operasional. Semua staff
tetap bisa bekerja
dengan cepat, tetapi
masih dalam keadaan yang
terkontrol.
3. Apakah owner selalu
di tempat atau tidak.
Salah satu kegunaan
paling penting dari
sebuah software restoran
bagi owner adalah
tersedianya
laporan-laporan
penjualan secara
otomatis. Jadi, setiap
transaksi, asalkan si
kasir mencetak struk
bill, maka akan tercatat
secara otomatis di
laporan penjualan.
Dengan demikian, owner
dapat mengetahui omset
penjualan cukup dari
laporan tersebut, tanpa
harus mengawasi langsung
dari restoran.
Dengan demikian, sistem
ini juga dapat mencegah
terjadinya "transaksi
tidak jujur" oleh
karyawan yang tidak
bertanggung jawab. Jika
owner adalah tipe orang
yang selalu berada di
tempat untuk mengawasi
berjalannya bisnis
restoran dia, maka tanpa
adanya sistem point of
sales kiranya juga tidak
masalah. Tapi, biasanya
yang namanya owner itu
jarang ada di tempat.
Nah, kalau demikian,
dengan adanya software
seperti inilah owner
tidak perlu mengawasi
terus menerus kinerja
restorannya, tetapi
cukup melihat
laporan-laporan yang
tersedia secara otomatis
dan dapat dengan mudah
ditarik.
Baca selengkapnnya di
blog kami
disini.
Sejarah Singkat
Restaurant Point Of
Sales
Apakah Anda mengenal
Eugene Mosher? Bisa
dibilang, orang inilah
"sang penemu" software
point of sale untuk
restoran. Beginilah
ceritanya secara
singkat.
Pada tahun 1979, ada
sebuah cafe di Syracuse,
New York, yang bernama
Old Canal Cafe. Nah,
Eugene Mosher ini adalah
pemilik dari cafe
tersebut. Dia pertama
kali menggunakan
software POS yang ia
kembangkan di komputer
Apple II. Mosher
mengembangkan software
point of sale (yang pada
saat itu hanya tersedia
untuk industri retail)
untuk memenuhi kebutuhan
restorannya.
Eugene Mosher ini adalah
lulusan tahun 1966 dari
Xaverius College di
Borgerhaurt, Belgia. Dia
juga menerima gelar
sarjana dalam bidang
Social Anthropology dari
The State University of
New York pada tahun
1972.
Software yang ia
kembangkan memungkinkan
ia untuk melakukan order
menu dari depan (kasir),
dan kemudian menu yang
diorder tersebut dicetak
secara detil di printer
dapur. Bahkan, pada saat
itu, software point of
sale yang ia kembangkan
telah memiliki real-time
labor dan food cost
reports.
Mosher menjual bisnis
restorannya pada tahun
1984 dan pindah ke
Oregon, dimana ia
pertama kali
mengembangkan Graphic
User Interface (GUI)
dengan fitur
touchscreen. Jadi, bisa
dibilang orang inilah
yang juga pertama kali
menciptakan fitur
touchscreen untuk
software restoran.
sumber: wikipedia
Baca selengkapnnya di
blog kami
disini.