3 Step Mudah Kelola Inventory Restoran Pakai Software SolisResto

Mengelola stok bahan makanan termasuk bagian yang paling memusingkan, rumit, dan merepotkan saat menjalankan bisnis restoran, rumah makan, dan cafe. Seringkali pemilik atau manager restoran memiliki masalah-masalah seperti ini:

- Tidak mengetahui secara akurat stok yang terpakai apa saja
- Tidak mengetahui secara akurat biaya (cost) dari stok tersebut
- Sering selisih secara signifikan antara stok real dengan stok di sistem
- Tidak bisa memprediksi kapan stok habis dan kapan harus beli dari supplier
- Dan sebagainya

Jangan main-main!

Jika management inventory di restoran Anda tidak dikontrol dengan baik, ini bisa menjadi sumber biaya yang tidak terlihat, dan jumlahnya bisa banyak, sehingga tau-tau cost Anda membengkak tanpa disadari, kualitas makanan menurun (karena asal order bahan baku dari supplier), dan akan sering terjadi menu yang tidak bisa dijual karena bahan bakunya habis (yang berujung pada kekecewaan pelanggan).

Bagi Anda yang merasa kewalahan dengan cara manual dalam menghitung dan mengatur inventory di operasional restoran Anda, maka Anda bisa mempertimbangkan penggunaan software restoran dengan fitur inventory management yang terintegrasi dengan modul-modul lainnya, seperti kasir, order, dan kitchen.

Berikut adalah bagaimana Solis Resto sebagai salah satu software restoran dengan fitur inventory membantu mengelola inventory di resto Anda dengan 3 langkah mudah:

STEP 1: List Seluruh Stok/ Bahan Baku yang Hendak Dihitung


Awali dengan list seluruh bahan baku yang ingin Anda catat setiap pemakaiannya. Sedikit tips, stok yang sifatnya tidak signifikan (seperti gula, garam, dll) tidak perlu disertakan, cukup list yang menurut Anda nilai-nya cukup signifikan (seperti daging, telur, botol minuman, dll).

Dengan Solis Resto, proses ini dapat dilakukan dengan mudah (lihat screenshot bawah ini):

daftar barang 3

Selain memasukkan nama barang, Anda juga perlu memasukkan unit konversinya, pengaturan jumlah minimal stok di masing-masing gudang, kategori stok, dan lain-lain. Ini adalah langkah awal mencatat inventory di restoran Anda menggunakan software Solis Resto.

STEP 2: Buat Resep Atau Bill of Material (BOM)



Kini Anda sudah memiliki list stok bahan baku, maka langkah berikutnya adalah menyiapkan “racikan” dari bahan-bahan tersebut, atau yang disebut juga dengan Bill of Material (BOM).

Misal, Anda memiliki stok:
- Cabe
- Nasi putih
- Bawang

Maka, Anda bisa mulai membuat resep BOM bernama “Nasi Goreng” (jika memang ini salah satu menu di resto Anda). Di sini Anda memasukkan jumlah qty yang diperlukan untuk resep tersebut. Berikut adalah contoh screenshot-nya:

Bill of Material

STEP 3: Pasangkan BOM dengan Menu Anda



Setelah langkah 2 di atas selesai, Anda tinggal memasukkan BOM tersebut ke menu yang diinginkan. Misal, kembali ke contoh BOM Nasi Goreng tadi, artinya BOM (resep) ini bisa Anda pakai di semua menu yang ada nasi gorengnya, misal nasi goreng special, nasi goreng ikan asin, nasi goreng sea food, dll.

menu + BOM

Setelah sebuah menu terhubung dengan BOM nya, maka setiap menu itu terjual, maka stok itulah yang nanti akan berkurang (sesuai dengan jumlah qty yang sudah kita masukkan di awal).

Misal, BOM nasi goreng menggunakan nasi putih 250 gram, maka setiap menu yang terjual (yang memiliki BOM nasi goreng) maka akan berkurang stok nasi putih sebanyak 250 gram.

Dari situ, software Solis Resto akan menghasilkan laporan pemakaian stok yang sangat detail dan lengkap, seperti:

- Bahan baku apa saja yang terpakai, berapa banyak dipakai, dan kapan dipakai
- Bahan baku tersebut terpakai di menu apa
- Bahan baku apa saja yang sudah di bawah level minimum
- Rekapitulasi pergerakan stok
- Dan lain-lain

Nah kira-kira seperti itu prosesnya. Perlu dicatat, ini hanyalah penjelasan secara garis besarnya saja, Anda bisa menghubungi kami jika diperlukan presentasi lebih lanjut perihal fitur inventory dari software restoran Solis Resto ini.

Dan jangan lupa, hanya dengan menggunakan software untuk resto Anda tidak serta merta membuat semua masalah inventory selesai (karena sistem sifatnya hanya membantu saja), tetap harus didukung dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang jelas dan disiplin karyawan.

No Comments Yet.

Leave a comment