15 Tips Praktis Sukses Bisnis Restoran

Konon, bisnis makanan dan kuliner adalah bisnis yang tidak pernah sepi, karena setiap orang pasti butuh makan. Itulah sebabnya banyak restoran, rumah makan, cafe, bar, dll yang bermunculan dan menjamur, terutama di kota-kota besar. Tapi, di sisi lain, kita juga melihat banyak yang berguguran bahkan sebelum ulang tahunnya yang pertama.

Lalu, bagaimana tips agar sukses bisnis restoran? Berikut adalah tips-tips yang kami kumpulkan dari berbagai sumber.


PREPARING

1. Mulailah dari Passion – Kalau motivasi utamanya hanya karena uang, besar kemungkinan Anda akan cepat “lelah” mengurusi segala hal operasional yang memusingkan. Akan lebih membantu kalau memang Anda mencintai dunia kuliner, memiliki passion di dunia F&B, memiliki taste cita rasa makanan yang baik, siap mempelajari hal-hal baru, dll.

2. Miliki Business Plan (BP) yang Jelas dan Spesifik – Jangan buat BP yang terlalu umum dan hanya Anda seorang yang paham isinya. BP harus jelas, spesifik, terukur, mudah dipahami, dan yang paling penting adalah feasible dan make sense. Jangn terlalu di awang-awang, start from reality.

3. Pemilihan Tempat – Strategis saja tidak cukup, tetapi tempat yang dipilih haruslah “selaras” dengan konsep restoran Anda. Contoh: jika Anda ingin buka coffee shop premium, tentu tidak cocok kalau bukanya di terminal yang kumuh, berantakan, dan kotor, walaupun tidak akan ada yang menyangkal bahwa terminal itu strategis (dalam arti trafiknya ramai dan banyak yang berlalu lalang).

4. Pemilihan Menu – Tentukan di awal konsep menu yang ingin disajikan, dan lakukan test food untuk mengetahui apakah cita rasa menu yang dihasilkan sudah sesuai dengan standard yang Anda inginkan atau belum. Jangan cuma taste food sekali, tes lagi dan lagi secara acak, untuk memastikan chef atau koki restoran Anda memiliki performa yang konsisten.

5. Rekrut Karyawan yang Tepat – Sama dengan bisnis lain pada umumnya, mengelola restoran adalah sebuah team work. Anda tidak bisa bekerja sendiri. Oleh sebab itu, pastikan Anda dikelilingi oleh orang-orang terbaik di bidangnya yang paham dan pengalaman apa yang harus dilakukan.

6. Rencana Pemasaran – Banyak yang berpikir bahwa pemasaran = promosi. Padahal, ada banyak aspek lain dalam sebuah pemasaran. Misal, apa positioning restoran Anda? Apa konsepnya? Apa diferensiasi atau perbedaan yang dimiliki? Barulah kemudian berpikir tentang bagaimana membuat promosi dan branding dari restoran Anda.

7. Effective Budgeting - Anda perlu menyiapkan dana untuk 3 keperluan utama:
- Untuk keperluan yang sifatnya sekali di awal, seperti untuk membeli perlengkapan, POS system, interior, dll
- Untuk keperluan yang sifatnya bulanan, seperti gaji karyawan, listrik, air, bahan baku, dll
- Untuk keperluan pribadi Anda

Idealnya adalah semua pengeluran itu dipersiapkan untuk 6 bulan ke depan.


MANAGING

8. SOP Restoran – Siapkan sebuah Standard Operation Procedures (SOP) yang menjelaskan flow kerja operasional harian di restoran Anda, mulai dari job desc karyawan, alur kerja, pembagian tugas, standard recipe, dll. SOP harus dibuat sejelas mungkin, spesifik, mudah dipahami dan mudah dijalankan.

9. Bersiap untuk Kekacauan – Walaupun sudah ada SOP, jangan berharap semua akan berjalan mulus 100%. Apalagi kalau keadaan restoran sedang ramai dimana setiap tamu teriak minta cepat diantarkan pesanannya, suasana bisa menjadi kacau dan hectic. Pastikan setiap staff dilatih untuk memiliki inisiatif dan bisa improvisasi ketika hal itu terjadi.

10. Analisa Biaya – Cashflow sangat penting dalam bisnis restoran, karena perputaran uangnya sangat cepat. Ada 3 jenis biaya yang harus Anda perhatikan secara rutin: biaya operasional, biaya bahan baku, dan biaya karyawan. Pastikan omset yang didapatkan cukup untuk meng-cover semua biaya tersebut.

11. Promosi – Anda perlu menciptakan berbagai promo dan offer yang unik dan menarik secara berkala. Promo dan offer harus disesuaikan dengan kondisi Anda (misal kondisi cashflow, ketersediaan bahan baku, dll) dan tujuan yang hendak dicapai (untuk menjaring pelanggan baru sebanyak-banyaknya? Untuk branding? Untuk mempertahankan pelanggan?). Bekerjasama dengan pihak ketiga seperti website penyedia kupon diskon juga bisa dipertimbangkan.

12. Restaurant Point of Sales – Menggunakan sistem Point of Sale akan sangat membantu operasional harian restoran Anda menjadi lebih cepat, efisien, dan praktis. Untuk bagian frontend, kasir, pelayan, manager, dan staff kitchen akan sangat terbantu dan bisa bekerja secara saling terkoordinasi. Untuk bagian backend, Anda dapat memiliki laporan yang lengkap untuk membantu evaluasi kinerja restoran Anda.


EXPANDING

13. Franchise VS Cabang – Pertimbangkan apakah Anda ingin menggunakan sistem franchise atau lebih memilih membuka cabang sendiri. Masing-masing memiliki plus dan minusnya sendiri-sendiri.

14. SOP Sudah Kokoh – Jangan melakukan ekspansi hanya karena ingin tambal-sulam (restoran yang sekarang merugi, buka cabang baru siapa tau bisa untung). Pastikan restoran yang sekarang sudah bisa berjalan secara stabil sesuai dengan SOP dan telah terbukti bisa memberikan profit, barulah Anda bisa mempertimbangkan membuka cabang baru. Jika SOP yang sekarang aja masih kacau balau implementasinya, maka membuka cabang baru = cari penyakit baru.

15. Biaya itu Pasti, Profit Belum Pasti – Jangan berpikir bahwa membuka cabang baru sudah pasti melipatgandakan profit Anda. Perlu dicatat, setiap cabang baru yang Anda buka, maka Anda harus memulai lagi semua step yang telah dijelaskan di atas. Artinya, Anda sudah pasti akan mengeluarkan cost terlebih dahulu, sedangkan potensi profit yang didapat belum tentu sama dengan restoran sebelumnya.



Nah, kira-kira itu beberapa tips memulai bisnis restoran yang kami kumpulkan dari berbagai sumber, semoga bermanfaat bagi Anda yang hendak memulai bisnis restoran atau cafe. Anda punya tips lain yang mungkin juga berguna? Yuk sharing di fitur komentar di bawah ini.



No Comments Yet.

Leave a comment